Ads 468x60px

Featured Posts

Cara Membuat Rancangan Penelitian (Part 3)

Sunday, March 22, 2015

Jika Pada Posting saya sebelumnya saya telah menulis:
Bagi teman-teman sekalian yang belum membaca posting tersebut, alangkah baiknya membaca dari awal sehingga materi ini dapat dipahami, selanjutnya dalam part ke-3 ini saya akan menjelaskan Tujuan Penelitian Beserta Kegunaan Penelitian.

Tujuan Penelitian

Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa antara rumusan masalah dan tujuan penelitian idealnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Seperti diketahui ada beberapa tujuan penelitian yang biasanya digunakan dalam ilmu sosial:
  1. To explore, jika tujuan penelitiannya hanya untuk penjelajahan,
  2. To describe, jika tujuan penelitiannya hanya untuk menggambarkan realitas sosial,To explain, jika tujuan penelitiannya untuk menjelaskan (hubungan sebab-akibat) atau membuktikan suatu teori tertentu,
  3. To understand: jika tujuan penelitiannya hanya untuk memahami realitas yang akan diteliti,
  4. To predict, jika tujuan penelitiannya untuk meramalkan dst.
Yang paling penting dalam tujuan penelitian adalah mengemukakan secara jelas apa yang ingin dicapai dalam penelitian yang akan dilakukan. Baik dari kepentingan pragmatik (problem solving) maupun dalam kepentingan akademik (kemungkinan ditemukannya bangunan konsep atau teori).
Semua perumusan tujuan itu akan sangat tergantung pada jenis penelitian yang akan dilakukan, misalnya:
  1. apakah penelitian akademik,
  2. penelitian kebijakan,
  3. penelitian aksi atau penelitian jenis lainnya.
Biasanya yang sering ditemukan dalam research design adalah ketidakkonsistenan antara rumusan masalah, tujuan penelitian dan kesimpulan.
Seringkali kesimpulan yang dimuat sama sekali tidak ada hubungannya dengan tujuan yang telah dirumuskan. Karena itu, yang perlu dilihat secara cermat dan teliti adalah ’apakah antara rumusan masalah, tujuan penelitian dan kesimpulan sudah terjadi konsistensi dan koherensi?’

Cara Membuat Rancangan Penelitian (Part 2)

Perumusan Masalah

Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang Masalah Judul Penelitian  serta Latar Belakang Masalah, maka dibagian kedua ini saya akan menjelaskan mengenai perumusan masalah. Bagi teman-teman sekalian yang belum membaca bagian pertama, silahkan baca : Cara Membuat Rancangan Penelitian (Part 1)

Merumuskan masalah pada dasarnya sangat berkaitan dengan tujuan dan sifat penelitian yang akan dilakukan. Artinya perumusan masalah sangat tergantung dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai dan jenis penelitian yang akan dilakukan. Sementara bentuk perumusan masalah dapat berupa pertanyaan atau berbentuk peryataan.
Jika tujuan penelitian itu bersifat deskriptif, misalnya, maka bentuk pertanyaannya biasanya dirumuskan dengan pertanyaan “apakah” (what), tetapi jika jenis penelitiannya bersifat eksplanasi (to explain), maka perumusan masalahnya biasanya didahului oleh pertanyaan “mengapa” (why) atau bagaimana atau sejauhmana (how).
Tentu saja kententuan ini bukan rumus matematis atau harga mati. Artinya kalau tidak begini penelitian yang akan dilakukan menjadi tidak syah. Tentu saja, tidak. Apa yang dikemukakan dalam rumusan masalah sebenarnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditemukan jawabannya dalam penelitian yang akan dilakukan.
Sementara hal-hal yang dapat dipilih sebagai masalah antara lain: kontribusi terhadap khasanah ilmu pengetahuan; menindaklanjuti temuan-temuan sebelumnya; dan mencari jawaban dari (sesuatu) masalah dan sebagainya. Dan yang lebih penting pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan dalam perumusan masalah minimal harus menyatakan hubungan antar dua gejala, apa yang akan diteliti harus dapat ditiliti secara empiris dan dikemukakan secara eksplisit.
Sebenarnya ada beberapa prinsip perumusan masalah yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif seperti dirumuskan Moleong (1998):

Cara Membuat Rancangan Penelitian (Part 1)

Membuat Rancangan Penelitian

Downloadmakalah.tk kali ini akan mencoba memaparkan cara membuat Rancangan Penelitian dalam beberapa bagian karena terlalu panjang untuk memajangnya dalam satu post. ok kita mulai dengan bagian/part 1.
Membuat proposal penelitian berbeda dengan membuat rancangan penelitian (research design). Proposal hanya memuat pokok-pokok pikiran., Research design sudah memuat seluruh elemen-elemen pokok yang harus ada dalam rancangan penelitian yang diuraikan secara detail. Dengan demikian research design merupakan cetak biru (blue print), yang jika dibaca oleh siapapun, sudah dapat dimengerti apa yang akan diteliti dan bagaimana cara penelitian dilakukan.
Ada beberapa elemen yang harus tercantum (harus ada) dalam research design. Hal ini memang hampir sama dengan format yang biasanya ada dalam proposal penelitian, antara lain:
1.    Judul
2.    Latar belakang  Masalah.
3.    Rumusan Masalah
4.    Tujuan Penelitian
5.    Kegunaan Penelitian
6.    Kerangka berfikir dan atau prosedur penelitian
7.    Hipotesa
8.    Tinjauan Pustaka/ Kerangka Teori
9.    Pengumpulan Data yang meliputi;
  • Masalah Sampel
  • Masalah Instrument
  • Pemilihan lokasi dan sebagainya
10.    Analisa Data
Di bawah ini akan diuraikan secara singkat masing-masing elemen di atas, mudah-mudahan ada manfaatnya. Deskripsi ini diambil dari penjelasan Prof. Dr. Anas Saidi (LIPI Jakarta).

Mengenal Penulisan Ilmiah

Friday, March 20, 2015

PENULISAN ILMIAH

Salah satu hasil karya ilmiah adalah hasil tulisan ilmiah. Tulisan ilmiah termasuk di dalamnya jurnal, skripsi, tesis, disertasi, buku ilmiah dan lain-lain. Tulisan ilmiah ini dikatakan juga karya ilmiah. Rencana untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah memerlukan pedoman yang disebut metode ilmiah. Metode ilmiah meliputi langkah-langkah baku, hampir semua jenis penulisan karya tulis ilmiah mengacu kepada metode ilmiah. Contoh karya ilmiah yang dilakukan melalui penelitian misalnya; skripsi, tesis, disertasi dan jurnal. Ada juga karya ilmiah yang dihasilkan mungkin tanpa melalui penelitian seperti buku.

Rencana menulis skripsi, tesis maupun disertasi disebut proposal penelitian yang mengandung unsur-unsur baku. Dalam proposal penelitian ini biasanya mengandung beberapa komponen yang harus berkaitan satu sama lain secara jelas dan terperinci.

MENULIS SEBAGAI BERFIKIR

Salah satu ciri penulis yang belum berpengalaman adalah dia memilih untuk membicarakan rencana studi yang akan dia buat dari pada menuliskannya. Semua penulis berpengalaman tahu

Macam-Macam Tingkat Permintaan dan Tugas Pemasaran

Tuesday, March 10, 2015

Macam-Macam Tingkat Permintaan dan Tugas Pemasaran

Dalam kontek pemasran muncul dua pertanyaan siapa yang memasarkan dan dimana memasarkannya. Pemasar atau marketer adalah seseorang yang tugasnya mencari tanggapan yaitu (perhatian, pembelian, suara, donasi) dari pihak lain, kegiatan ini disebut juga adalah prospek. Akan berubah menjadi pemasar adalah apabila kedua pihak berupaya untuk menjual sesuatu (barang atau jasa) kepada satu sama lain. Tugas seorang pemasar harus memiliki keterampilan dalam hal merangsang permintaan akan produk-produk perusahaan. Sedangkan yang dimaksud dengan pasar secara tradisional adalah tempat fisik dimana para pembeli dan penjual berkumpul untuk membeli dan menjual barang.
Menurut para ahli marketing bahwa system pemasaran secara sederhana dan struktur arus dalam ekonomi pertukaran modern dapat digambarkan seperti berikut :
 

Google+ Followers

Adsense

Popular Posts

Histats